Get cash from your website. Sign up as affiliate.

Wednesday, April 7, 2010

MIMPI ADALAH KUNCI

 
 
Apa kabar sahabat, semoga sahabat senantiasa tengah berada dalam lindungan-Nya selalu, Amin..

Sahabat, tidak sedikit orang yang sering merasakan ketidak teraturan dalam hidupnya, tak terkecuali kita. Selalu saja muncul keresahan ketika hari-hari kita berlalu tanpa makna. Kemarin, hari ini dan besok berganti seperti pergantian lembaran-lembaran kertas kosong tanpa torehan sejarah di dalamnya. Kita merasa bete’, bosan, tidak fokus, bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Akhirnya, sering sekali kita terjebak dalam keputus asaan, keresahan juga kehampaan. Tanpa sadar, waktu kita telah terbuang, sementara umur kita semakin pendek, dan hidup kita pun gak karuan. Mengapa demikian?

Ada sebuah kisah menarik yang layak tuk kita baca,

Suatu hari, seorang guru bijaksana berbicara di depan sekelompok murid-muridnya.
Ketika dia berdiri dihadapan muridnya dia berkata:
“Baiklah anak-anakku, sekarang Guru akan menguji kalian”

Kemudian dia mengambil sebuah ember dari kayu seukuran galon, dan diletakkannya di atas meja.
Lalu ia juga mengeluarkan sekitar belasan batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam ember kayu.
Ketika batu itu memenuhi ember kayu sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya:
“Apakah ember ini sudah penuh?”

Semua muridnya serentak menjawab,
“Sudah Guru!”

Kemudian dia berkata,
” Benarkah?”

Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil.
Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu.
Lalu ia bertanya kepada muridnya sekali lagi:
“Apakah ember ini sudah penuh?”

Kali ini murid-muridnya hanya tertegun,
“Mungkin belum!”, salah satu dari siswanya menjawab.
“Bagus!” jawabnya.

Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir.
Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam ember, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan. Sekali lagi dia bertanya,
“Apakah ember ini sudah penuh?”

“Belum!” serentak para murid menjawab
Sekali lagi dia berkata, “Bagus!”

Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam ember, sampai ember itu terisi penuh hingga ke ujung atas.
Lalu sang Guru bijaksana ini memandang kepada para muridnya dan bertanya:
“Apakah maksud dari ilustrasi ini anak-anakku?”

Nah, sahabat. Jika kita adalah murid-murid sang Guru bijaksana, kira-kira pelajaran berharga apakah yang telah diajarkan oleh sang Guru?

Mungkin inilah yang menjadi jawaban kekacauan hidup kita selama ini. Seperti ilustrasi sang Guru bijaksana:

JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM EMBER TERSEBUT.

Jika kita tidak memasukkan agenda-agenda besar dalam setiap ruang hidup kita, dalam penggalan-penggalan waktu kita, dalam setiap rentang usia kita, maka ruang dan waktu itu akan diisi oleh hal-hal kecil, oleh persoalan-persoalan sepele…

Maka bertanyalah sahabat kepada diri kita, sudahkah kita memiliki misi besar dalam hidup ini? Sudahkah kita mendeklarasikan obsesi raksasa dalam sejarah kita? Sebab jika tidak, maka yakinlah bahwa sepanjang usia kita, setiap lembar sejarah hidup kita, hanya akan dihiasi oleh persoalan kecil, sepele, remeh, yang jumlahnya memang banyak, tapi nilainya jauh dari harapan…

So, sahabat, mari kita mulai merekonstruksi mimpi kita, menata ulang cita-cita kita, dan meletakkan setiap bagiannya dalam serpihan-serpihan usia, hingga ajal menjemput kita. Sebanyak apa pun bangunan obsesi itu kita raih, maka seperti itulah sejarah yang akan dibaca, diceritakan, di tulis dan diajarkan kembali oleh generasi setelah kita sebagai kisah-kisah keteladanan tentunya.. :)

Terima kasih.
---------------------------------------------------------------
DIpostkan oleh GRUP :
PERUBAHAN HIDUP MANUSIA UNTUK MENJADI LEBIH BAIK

Salam Sejahtera, dan tetap semangat..!


[Elang Luka Parahzia] 
 

 
 
Apa kabar sahabat, semoga sahabat senantiasa tengah berada dalam lindungan-Nya selalu, Amin..

Sahabat, tidak sedikit orang yang sering merasakan ketidak teraturan dalam hidupnya, tak terkecuali kita. Selalu saja muncul keresahan ketika hari-hari kita berlalu tanpa makna. Kemarin, hari ini dan besok berganti seperti pergantian lembaran-lembaran kertas kosong tanpa torehan sejarah di dalamnya. Kita merasa bete’, bosan, tidak fokus, bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Akhirnya, sering sekali kita terjebak dalam keputus asaan, keresahan juga kehampaan. Tanpa sadar, waktu kita telah terbuang, sementara umur kita semakin pendek, dan hidup kita pun gak karuan. Mengapa demikian?

Ada sebuah kisah menarik yang layak tuk kita baca,

Suatu hari, seorang guru bijaksana berbicara di depan sekelompok murid-muridnya.
Ketika dia berdiri dihadapan muridnya dia berkata:
“Baiklah anak-anakku, sekarang Guru akan menguji kalian”

Kemudian dia mengambil sebuah ember dari kayu seukuran galon, dan diletakkannya di atas meja.
Lalu ia juga mengeluarkan sekitar belasan batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam ember kayu.
Ketika batu itu memenuhi ember kayu sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya:
“Apakah ember ini sudah penuh?”

Semua muridnya serentak menjawab,
“Sudah Guru!”

Kemudian dia berkata,
” Benarkah?”

Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil.
Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu.
Lalu ia bertanya kepada muridnya sekali lagi:
“Apakah ember ini sudah penuh?”

Kali ini murid-muridnya hanya tertegun,
“Mungkin belum!”, salah satu dari siswanya menjawab.
“Bagus!” jawabnya.

Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir.
Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam ember, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan. Sekali lagi dia bertanya,
“Apakah ember ini sudah penuh?”

“Belum!” serentak para murid menjawab
Sekali lagi dia berkata, “Bagus!”

Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam ember, sampai ember itu terisi penuh hingga ke ujung atas.
Lalu sang Guru bijaksana ini memandang kepada para muridnya dan bertanya:
“Apakah maksud dari ilustrasi ini anak-anakku?”

Nah, sahabat. Jika kita adalah murid-murid sang Guru bijaksana, kira-kira pelajaran berharga apakah yang telah diajarkan oleh sang Guru?

Mungkin inilah yang menjadi jawaban kekacauan hidup kita selama ini. Seperti ilustrasi sang Guru bijaksana:

JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM EMBER TERSEBUT.

Jika kita tidak memasukkan agenda-agenda besar dalam setiap ruang hidup kita, dalam penggalan-penggalan waktu kita, dalam setiap rentang usia kita, maka ruang dan waktu itu akan diisi oleh hal-hal kecil, oleh persoalan-persoalan sepele…

Maka bertanyalah sahabat kepada diri kita, sudahkah kita memiliki misi besar dalam hidup ini? Sudahkah kita mendeklarasikan obsesi raksasa dalam sejarah kita? Sebab jika tidak, maka yakinlah bahwa sepanjang usia kita, setiap lembar sejarah hidup kita, hanya akan dihiasi oleh persoalan kecil, sepele, remeh, yang jumlahnya memang banyak, tapi nilainya jauh dari harapan…

So, sahabat, mari kita mulai merekonstruksi mimpi kita, menata ulang cita-cita kita, dan meletakkan setiap bagiannya dalam serpihan-serpihan usia, hingga ajal menjemput kita. Sebanyak apa pun bangunan obsesi itu kita raih, maka seperti itulah sejarah yang akan dibaca, diceritakan, di tulis dan diajarkan kembali oleh generasi setelah kita sebagai kisah-kisah keteladanan tentunya.. :)

Terima kasih.
---------------------------------------------------------------
DIpostkan oleh GRUP :
PERUBAHAN HIDUP MANUSIA UNTUK MENJADI LEBIH BAIK

Salam Sejahtera, dan tetap semangat..!


[Elang Luka Parahzia] 
 

StumbleUpon.com
  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo

No comments:

Post a Comment

Informasi Terbaru

 
PF4H4D47JBKK